Tips Membedong Bayi Yang Aman

31 August 2019 Tips Membedong Bayi Yang Aman


Sebenarnya, perlukah bayi dibedong? Apa saja manfaat membedong bayi? Lalu bagaimana tips membedong bayi yang aman ? Serta kapan harus berhenti membedong bayi?

Tradisi membedong bayi lebih banyak ditemui di masyarakat Asia. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa dengan membedong bayi akan membuat kakinya menjadi lurus.Namun dengan pesatnya informasi, para ibu muda mulai membandingkan perlakuan bayi di negara-negara maju yang tanpa dibedong justru membuat bayinya lebih lincah dan kaki si bayi pun tetap lurus-lurus saja. Perlu atau tidaknya bayi dibedong, tergantung dari karateristik si bayi. Jika bayi merasa lebih nyaman dan senang dengan dibedong, ya tidak apa-apa. Tapi kalau bayi tidak merasa nyaman, orangtua tidak perlu memaksa. Membedong boleh-boleh saja semasa transisi bayi agar dia tetap merasa nyaman seperti dikandungan.

Manfaat dari membedong bayi :

  • Bedong membuat bayi lebih hangat & tenang. Teknik membungkus bayi seperti ini menjadikan si kecil dapat merasa seperti di dalam rahim, yaitu lingkungan yang familiar untuknya.
  • Bedong dapat membuat tidur lebih nyenyak karena dapat mengurangi refleks kaget pada bayi yang bisa membangunkan tidurnya.
  • Membedong bayi dapat mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) pada bayi baru lahir. Namun, syaratnya posisi tidur bayi telentang atau menghadap ke atas, supaya tidak menghambat jalur pernapasan.
  • Berkat membedong, bayi bisa tidur lebih lama & nyaman tanpa gangguan, sementara orang tua juga dapat memiliki waktu istirahat.
  • Bayi yang dibedong lebih aman saat digendong, karena saat baru terlahir, bayi memiliki keadaan fisik yang masih sangat rapuh.

Tips membedong bayi yang aman :

  • Jangan membedong bayi terlalu tebal karena bisa membuat bayi menjadi kepanasan (overheat). Hal ini bisa mempengaruhi sistem saluran pernapasan dari bayi tersebut.
  • Gunakan bahan kain yang tidak panas seperti katun, supaya bayi merasa nyaman sehingga bayi akan tidur dengan lebih nyenyak dan tenang.
  • Sering-seringlah untuk memeriksa suhu tubuhnya untuk memastikan dia nyaman. Kalau bayi terlihat berkeringat maka ini menjadi tanda bahwa bayi merasa kepanasan, karenanya lebih baik melepas terlebih dahulu bedongannya.
  • Jangan membedong bayi terlalu kencang karena dapat menyebabkan dysplasia, yaitu ketidaknormalan pertumbuhan jaringan karena posisi saat dibedong.
  • Bedonglah bayi mulai dari bahu bayi hingga kakinya, sebaiknya bedong agak sedikit longgar agar bayi masih bisa bergerak.
  • Hindari jangan sampai bayi yang dibedong terguling atau tidur dalam posisi telungkup,karena posisi tidur telungkup berisiko menghambat jalan napas.

Berikut beberapa tanda yang dapat moms perhatikan ketika bayi sudah siap untuk berhenti dibedong :

  • Jika bayi secara konsisten terlepas dari bedongnya setiap malam.
  • Jika bayi sudah mulai besar dan bergerak lebih banyak saat tidur. Bedong justru membuatnya tidak nyaman dan cenderung untuk bangun. Bunda dianjurkan untuk berhenti membedong.
  • Jika bayi sudah mulai bisa berguling, bahkan telungkup saat tidur, maka itu adalah pertanda bahwa ia sudah siap untuk berhenti dibedong.

Oleh karena itu, bunda hanya boleh membedongnya saat tidur, terutama untuk bayi yang baru lahir. Karena seiring pertumbuhan nya bayi juga perlu waktu untuk bergerak bebas agar ia dapat tumbuh lebih kuat dan dapat mengembangkan motorik kasarnya secara optimal.

Sumber : Popmama.com, Alodokter & Detikhealth