CARA MEMBANTU BAYI BELAJAR MERANGKAK

12 September 2019 CARA MEMBANTU BAYI BELAJAR MERANGKAK

Ibu mana yang tidak senang melihat bayi merangkak untuk pertama kalinya. Merangkak adalah fase penting dalam tumbuh kembang bayi karena melatih saraf motorik dan juga perkembangan keseimbangannya. Bayi biasanya mulai merangkak pada usia 7 hingga 10 bulan.

Barangkali moms gemas saat melihat si kecil sedang belajar merangkak. Tak jarang ia menangis saat kepalanya tak sengaja terbentur lantai maupun saat tangannya tak mampu menopang tubuh hingga dadanya jatuh ke lantai. Dalam hal ini, biarkan dia mencoba untuk memecahkan masalahnya sendiri.

Berikut ini adalah cara membantu bayi belajar merangkak :

1. Tummy time atau latihan tengkurap

Saat bayi dalam keadaan bangun, biarkan ia tengkurap. Latihan tengkurap bisa dilakukan jauh sebelum bayi siap untuk merangkak.

Kemudian, bermainlah dengannya dalam posisi yang tersebut. Saat tengkurap sambil mengangkat kepala maupun kaki itulah secara otomatis bayi akan melatih otot perut yang berguna dalam tahapan merangkak nantinya.

2. Pancing dengan mainan

Beri pancingan pada bayi agar meraih mainan yang ia mau saat mencoba merangkak. Ini adalah hal yang berat untuknya. Ia akan rentan jatuh. Maka berhati-hatilah dalam menjaganya. Cara ini akan memotivasinya agar lebih cepat merangkak.

3. Tempat yang aman

Pastikan saat jatuh, bayi tidak terantuk lantai yang keras hingga melukai anggota tubuhnya. Bayi akan selalu melatih keseimbangan tubuhnya sampai ia benar-benar dapat berpijak dengan sempurna dengan tangan dan kakinya.

Perlu diingat, bayi menggunakan gaya berbeda saat merangkak dan memulainya dengan usia yang berbeda. Tak perlu minder dan membandingkan bayi kita dengan bayi lainnya. Tahapan perkembangan bayi sifatnya sangat individual. Namun, jika sampai usia di atas 10 bulan, bayi seperti tidak menunjukan tanda-tanda akan belajar merangkak, periksakan bayi kepada dokter anak. Barangkali ada yang salah dengan kinerja otot atau masalah perkembangan tubuh yang lain. Biasanya, bayi yang lahir secara prematur juga memiliki masalah dalam hal terlambat merangkak maupun tahapan hidup yang lain.

Sumber : The Asia Parent Indonesia