KOLIK PADA BAYI

2 October 2019 KOLIK PADA BAYI

Apa ciri-ciri dan gejala bayi mengalami kolik ?

Bagaimana cara menenangkan bayi yang mengalami kolik?

Tips mencegah terjadinya kolik pada bayi.

Kolik biasa terjadi pada bayi baru lahir, dimana kondisi bayi terus-terusan menangis tanpa ada penyebabnya. Kolik biasanya terjadi saat bayi berusia 6-8 minggu, dan menghilang dengan sendirinya pada minggu ke-8 hingga minggu ke-14.

Penyebab kolik diduga karena adanya gangguan pencernaan pada bayi, yang diakibatkan karena produksi gas dalam saluran cerna, usus bayi yang masih sensitif terhadap jenis protein tertentu, bayi lapar ataupun terlalu kenyang. Kondisi bayi lahir prematur atau sistem saraf yang belum berkembang dengan baik juga mungkin berkaitan dengan kolik pada bayi. Umumnya kolik akan membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi.

Ciri dan gejala bayi mengalami kolik adalah :

  • Jadwal menangis yang bisa diprediksi biasanya pada sore atau malam hari. Bayi mengalami kolik menangis dari beberapa menit hingga 3 jam atau lebih, dalam sehari. Dan pada akhir sesi kolik, bayi dapat buang air besar atau buang angin.
  • Menangis akibat kolik biasanya terdengar intens, sengsara, dan sering kali bernada tingi. Wajah bayi dapat memerah, dan bayi sulit untuk ditenangkan.
  • Menangis yang terkait dengan kolik biasanya terjadi tanpa penyebab yang jelas.
  • Terjadi perubahan postur pada bayi yang mengalami kolik, seperti kaki yang melingkar, tangan mengepal, dan otot perut yang kencang.

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk menenangkan bayi yang mengalami kolik :

  • Pijat perut bayi dengan lembut.
  • Gendong dan timang pelan-pelan selama bayi menangis untuk menenangkan nya.
  • Pastikan bayi sudah cukup mengonsumsi cairan dan cukup tidur
  • Bawa bayi ke kamar yang tenang, sejuk dengan pencahayaan redup
  • Jangan pernah mengguncang bayi saat dia menangis kencang.

Untuk mencegah kolik, berikut tips yang dapat dilakukan :

  • Jika ibu menyusui sebaiknya menghindari mengonsumsi terlalu banyak kopi, teh, dan makanan pedas.
  • Ganti botol susu bayi dengan jenis lain, karena botol susu dengan lubang yang terlalu kecil dapat menyebabkan bayi menelan lebih banyak udara daripada cairan.
  • Usap dan tepuk-tepuk dengan lembut punggung bayi agar dia sendawa sehabis minum susu.

Sumber : Alodokter, Hello.sehat