Tips Sukses Mengajari Anak Tidur Sendiri

8 August 2021

 

(sumber: https://www.freepik.com/free-photo/little-cute-girl-bed-with-toy_9045931.htm#page=1&query=kid%20sleep&position=11)

Sedari kecil setidaknya hingga usia anak mencapai 6 bulan, disarankan untuk tidak tidur dengan anak di dalam 1 tempat tidur.

Kenapa? Alasannya, untuk mengurangi SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Lalu, kapan harus tidur terpisah? Jika Moms & Dads memperhatikan, di Indonesia sendiri, waktu yang tepat untuk tidur terpisah dengan anak disebabkan faktor:

  • Budaya.

  • Sosial ekonomi.

  • Kemandirian anak itu sendiri.

  • Tipe pengasuhan dari orang tua.

Sayangnya, karena banyak yang tidak membiasakan untuk tidur terpisah, anak menjadi susah dan takut tidur sendirian. Untuk mengatasinya, maka Moms & Dads bisa melakukan hal ini:

  1. Mulailah dengan Metode Camping Out!

Tidak semua anak bisa langsung Anda tinggalkan saat tidur sendirian. Beberapa bahkan akan ketakutan begitu tidak menemukan Anda di sampingnya.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Salah satunya dengan camping out.

Camping out merupakan metode di mana Moms & Dads menemani anak di kursi atau matras samping tempat tidur. Jadi, Anda tidak ikut untuk tidur di 1 tempat tidur.

Kemudian, secara bertahap, posisi Anda untuk tidur akan semakin jauh ketika anak sudah terlelap. Alhasil, anak akan lebih terbiasa dengan absennya Anda ketika tertidur lelap.

  1. Coba dengan Tidur Siang Sendirian

Cara kedua adalah dengan membuat anak terbiasa lewat tidur siang. Bagi sebagian anak, tidur siang tidak akan semenyeramkan saat tidur di malam hari. 

Solusinya, Anda bisa mencoba melatih anak tidur sendirian saat siang hari.

Agar lebih sukses, Anda bisa melakukan hal berikut ini:

  • Memulai dengan menceritakan hal yang anak suka, seperti dongeng.

  • Membuat kegiatannya menyenangkan.

  • Melakukannya secara bertahap, misalnya 2 kali seminggu lalu 4 kali seminggu.

Ketika anak sudah mulai berani, Anda pun bisa meninggalkan anak untuk tidur sendiri.

  1. Kurangi Gangguan dan Hindari untuk Menceritakan Hal Seram

Tidak sedikit anak yang tidak mau tidur sendirian karena takut atau tidak nyaman. Karena hal tersebut, Anda bisa mulai untuk menjauhkan sumber gangguan seperti cahaya, suara televisi hingga smartphone.

Selain itu, hindari untuk menceritakan hal seram atau menakut-nakuti anak sebelum tidur. Dengan begitu, anak tidak mengalami kecemasan ketika berpisah dengan orang tua (separation anxiety).

  1. Libatkan Anak Ketika Membuat Kamarnya Sendiri

Agar anak punya keberanian untuk tidur sendiri, Anda bisa membuat kamar untuk anak. 

Dalam proses pembuatannya, libatkan anak atau minta pendapatnya. Misalnya dalam pemilihan warna, sprei, jenis tempat tidur hingga perabotan kamarnya.

Dengan begitu, anak lebih bersemangat untuk tidur di kamar barunya dan merasa nyaman ketika menghabiskan waktu di kamar.

  1. Berikan Reward Jika Anak Berhasil Tidur Sendiri

Ketika anak sudah berani tidur sendiri, berikan hadiah untuk anak. Hadiah ini bisa berupa barang, masakan atau bahkan ucapan penyemangat kalau anak sudah sangat berani.

Adanya reward ini akan membantu anak untuk lebih berani dan bisa mulai untuk tidur sendiri.

Perlu Moms & Dads tahu, kunci anak sukses tidur sendiri adalah Anda melakukanya secara bertahap dan buat prosesnya menyenangkan. Dengan begitu, anak tidak merasa tertekan dan terpaksa saat tidur sendiri. Semoga berhasil!