Kapan Orang Tua Boleh Memberikan Screen Time Kepada Anak?

14 October 2021

<a href='https://www.freepik.com/photos/technology'>Technology photo created by freepik - www.freepik.com</a>

Screen time adalah jumlah waktu yang dihabiskan seseorang di hadapan layar elektronik. Contoh kegiatan yang masuk terhitung sebagai screen time adalah menonton televisi, mengakses telepon pintar, tablet, dan bermain video game.

Banyak riset menunjukkan bahwa tingginya angka screen time memiliki dampak negatif pada kesehatan tubuh dan psikologis seseorang. Riset juga menunjukkan bahwa orang dewasa menghabiskan hingga 9 jam per hari di hadapan layar elektronik.

Lalu bagaimana dengan si kecil? Kita tahu bahaya dari screen time, namun di sisi lain kita pun hidup di zaman yang tidak lepas dari layar-layar elektronik.

Kira-kira kapan Moms dan Dads boleh mulai memberikan screen time bagi si kecil? Kemudian, bagaimana batasan-batasannya?

Rekomendasi Akademi Pediatri Amerika

American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa orang tua tidak boleh membiarkan anak mengakses screen time tanpa pengawasan. Orang tua harus bersikap proaktif dalam menjadi “penjaga gerbang” terhadap screen time anak.

Menurut AAP juga, Moms dan Dads harus menjelaskan bahwa fungsi dari alat-alat elektronik adalah untuk berkomunikasi, berkreasi, dan belajar. Jadi, kita harus menanamkan bahwa gawai bukanlah alat rekreasi (untuk bersenang-senang).

Baiknya, Moms dan Dads juga harus memiliki waktu bermain bersama si kecil yang bebas dari screen time dan bersifat kreatif.

Lebih lanjut, berikut rekomendasi-rekomendasi lainnya dari AAP:

  • Anak di bawah 18 bulan baiknya tidak berinteraksi sama sekali dengan layar elektronik. Kecuali, untuk video chatting (misalnya video chat dengan keluarga).

  • Jika orang tua ingin mengenalkan media elektronik atau gadget untuk anak berusia 18-24 bulan, maka orang tua harus memilih program yang sangat berkualitas dan menontonnya bersama untuk membimbingnya memahami apa yang sedang dilihat.

  • Bagi anak berusia 2-5 tahun, batasi screen time maksimal 1 jam saja. Orang tua harus memilihkan program yang berkualitas, menontonnya bersama, dan membantu menjelaskan apa yang mereka tonton dan manfaat serta hubungannya dengan dunia di sekitar mereka.

  • Bagi anak di atas 6 tahun, batasi screen time secara konsisten dan pastikan tidak mengganggu tidur, aktivitas sosial, dan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatannya.

  • Senantiasa jadwalkan waktu yang bebas screen time untuk keluarga seperti ketika makan malam atau berjalan-jalan. Kemudian, buatlah area bebas screen time di rumah, misalnya di kamar tidur.

  • Selalu berdiskusi dan mengedukasi keluarga mengenai etika-etika daring dan bahwa kita harus terus menghargai setiap orang baik di dunia nyata maupun daring.

Kesimpulan

Screen time dan akses untuk gadget bagi si kecil harus Moms dan Dads batasi sebisa mungkin, karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh dan mental si kecil. Untuk menjaga kreativitasnya, Moms dan Dads bisa menjadwalkan waktu bermain dan berinteraksi bebas screen time di rumah.

Jika sudah cukup umur dan Moms serta Dads ingin mengenalkan dunia digital, maka Moms dan Dads harus memilihkan program yang benar-benar berkualitas serta tidak boleh membiarkan si kecil mengaksesnya sendirian, ya.