Mengenal Fase Oral si Kecil yang Tidak Boleh Terlewatkan

16 October 2021

<a href='https://www.freepik.com/photos/food'>Food photo created by valeria_aksakova - www.freepik.com</a>

Dalam tumbuh kembangnya, si kecil akan melewati beberapa tahapan perkembangan. Setiap tahapan perkembangan ini penting untuk ia lalui dengan baik dengan tanpa halangan atau trauma.

Jika anak mengalami halangan pada salah satu atau lebih dari fase perkembangannya, maka akan berdampak negatif di kemudian hari.

Yuk, simak tips melewati fase oral bayi ini, Moms dan Dads!

Fase Oral, salah satu fase perkembangan anak

Menurut Sigmund Freud, seorang psikolog yang karyanya banyak menjadi sumber referensi di bidang psikologi, fase oral adalah fase perkembangan pertama yang dilalui anak.

Fase oral anak ini berlangsung dari umur 0-2 tahun, dan karakteristiknya adalah anak merasakan rasa senang dan mendapatkan ketenangan melalui mulutnya. Oleh karena itu, anak di usia ini seringkali kita dapati mengemut jari atau mainan.

Pada fase ini, bayi mengeksplorasi kemampuan mulutnya dan mendapatkan kesenangan dari kegiatan seperti mencicipi, menghisap, dan menggigit.

Fase ini penting dilalui dengan baik karena akan memengaruhi kematangan otot di daerah mulut. Otot di daerah mulut akan membantu kemampuannya untuk mencerna makanan dan berbicara.

Selain itu, perkembangan otak bayi pun akan terbantu, karena ia mendapatkan informasi mengenai tekstur dan rasa dari benda-benda dengan “mencicipi”-nya. 

Fase ini akan mulai Moms lihat di umur 2-3 bulan, hingga mencapai puncaknya di umur 4-5 bulan dan berhenti sendiri di sekitar umur 1,5 tahun.

Dampak jika Fase Oral tidak berjalan dengan baik

Pernahkan Moms dan Dads mendengar cerita tentang seseorang yang sudah remaja atau bahkan dewasa namun masih suka menghisap jari?

Menurut para psikolog, hal ini terjadi salah satunya adalah karena fase oralnya tidak ia lalui dengan baik di masa kecil.

Di masa kecil, bayi mendapatkan ketenangan dan rasa aman dengan menyusu pada ibunya serta menggigit dan “ngempeng”. Oleh karena itu, bahkan ada foto-foto USG yang menunjukkan janin sedang “ngempeng” di dalam kandungan ibunya.

Jika karena satu dan lain hal fase oral ini terganggu (misalnya karena penyapihan yang terlalu mendadak atau dengan cara keras), maka kebutuhan masa kecilnya tidak akan terpenuhi.

Ketika ia mendapatkan masalah di masa remaja atau dewasanya, ia akan menghisap jari untuk mendapatkan rasa aman yang ia belum puas dapatkan di masa kecil dahulu.

Selain menghisap jari, kecenderungan mencari kenyamanan dalam bentuk lain pun bisa muncul. Misalnya adalah menghisap rokok, atau benda-benda lainnya.

Agar si kecil melalui Fase Oral-nya dengan baik

Lalu bagaimana agar si kecil bisa melalui fase ini dengan baik?

Caranya agar dengan membiarkan ia mengeksplor fase ini dengan aman. Jika Moms mendapati si kecil menggigit-gigit mainannya, maka jangan Moms bentak atau larang dengan kasar, ya. Karena hal tersebut berkaitan dengan naluri dan kebutuhan yang harus ia penuhi.

Namun, Moms bisa membantunya dengan menjaga agar benda-benda yang ada di sekitarnya senantiasa steril serta tidak beresiko membuatnya tersedak. Jika Moms membelikan mainan, Moms bisa berkonsultasi dengan penjaga toko untuk mendapat mainan yang aman untuk anak-anak di fase oral.

Kemudian, di masa penyapihan Moms pun harus melakukannya dengan lembut dan tidak keras pada si kecil. Biarkan ia merasa bahwa kebutuhannya di fase tersebut terpenuhi sebelum “move on” ke fase berikutnya.

Kesimpulan

Jadi, Fase Oral adalah fase yang harus dilalui setiap anak dengan baik, yang ditandai dengan kegiatan menggigit dan “ngempeng” serta mengeksplor bagian mulutnya. 

Agar kebutuhannya terpenuhi dan Moms serta Dads tidak panik, Moms dan Dads bisa membantu menyediakan mainan dan lingkungan yang steril dan ramah untuk si kecil.

Misalnya, dengan membelikannya produk Lumba Bumper Bed anti-bakteri sebagai tempat main bagi si kecil yang aman dan nyaman.

Nah, sekarang jangan panik lagi ya Moms, kalau melihat si kecil suka gigit-gigit dan “ngempeng” di umur tersebut!