Menghadapi Anak Tantrum Tanpa Drama

16 October 2021

 https://unsplash.com/photos/_aRzwAI1ZeM 

Anak yang menginjak usia dua tahun ke atas umumnya sudah mulai mengenal emosi. Mereka mulai menunjukkannya melalui berbagai hal, bisa lewat kata-kata atau sikap emosional yang meledak-ledak atau tantrum.

Meski kondisi ini sangat umum dialami anak yang berusia 2 tahun ke atas, tetapi amukan anak pada fase ini sangat mengerikan. Terlebih jika kita belum tahu bagaimana cara menghadapi dan mengontrolnya.

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas bagaimana cara menghadapi anak yang tantrum tanpa ada drama.

  1. Tetap tenang

Tantrum memang seringkali datang tiba-tiba. Namun, sebisa mungkin Mom & Dad dapat tetap tenang dalam menghadapinya. Sebaiknya jangan mudah terpancing emosi. Sebab, marah balik pada anak dalam kondisi ini hanyalah sebuah kesia-siaan. Saat kondisi seperti ini, anak biasanya tidak mau mendengarkan.

Anda bisa mendekat dan memberikannya pelukan. Mungkin dengan pelukan Mom & Dad anak akan merasa lebih tenang. Akan tetapi, jika kemarahan anak terlalu agresif, biarkan sejenak hingga kemarahannya mulai mereda.

  1. Perhatikan pemicunya

Saat anak tantrum, sebaiknya Mom & Dad juga memperhatikan faktor pemicunya. Bisa jadi saat itu anak sedang lapar, tidak enak badan, atau lelah. Di umur-umur ini, anak terkadang belum bisa mengatakan apa yang ia mau dengan jelas. 

Dengan memahami penyebabnya, Mom & Dad dapat melakukan antisipasi dan mengurangi fase tantrum anak.

  1. Ajak anak bicara dan berikan pengertian

Setelah kemarahan anak mulai mereda, ajak anak untuk berbicara dan tanyakan apa yang terjadi. Bantu anak untuk mengenal emosinya dan mengetahui penyebab emosinya. 

https://unsplash.com/photos/KQCXf_zvdaU 

Tunjukkan juga pada anak bagaimana cara mengatakannya dengan benar agar orang lain dapat memahami keinginannya. Alih-alih menangis atau meronta-ronta.

  1. Jangan paksa anak untuk diam

Memaksa anak untuk diam saat tantrum justru tidak baik. Hal ini justru akan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang kurang dapat mengenali dan mengutarakan perasaannya. Oleh sebab itu, biarkan anak untuk melampiaskan emosinya.

  1. Jangan selalu menuruti keinginan anak saat tantrum

Saat anak tantrum, rasanya kita ingin melakukan segala cara agar anak cepat diam bukan? Tak heran jika orang tua kerap menuruti keinginan anak saat tantrum. 

Namun sayangnya, hal ini justru akan membuat kita semakin sulit saat keadaan anak kembali tantrum di lain waktu. Sebab, anak akan berpikir bahwa dengan tantrum ia dapat memperoleh setiap keinginannya.

Penutup

Ledakan emosi anak di usia 2 tahun ke atas yang tiba-tiba memang wajar. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, hal ini justru akan berbahaya dan menghambat tumbuh kembang anak.

Itulah tadi beberapa cara menghadapi anak yang tantrum tanpa harus ada drama. Jika Anda memiliki pengalaman lain saat menghadapi anak yang tantrum, jangan sungkan-sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Semoga kita bisa saling menguatkan dan terus tumbuh menjadi orang tua yang semakin baik.